Efek Samping Jangka Panjang Penggunaan Obat Kuat pada Jantung dan Pembuluh Darah
Penggunaan obat kuat dalam jangka panjang akan memberikan efek samping bagi penggunanya. Obat kuat biasanya bekerja melebarkan pembuluh darah tertentu yang membuat pembuluh darah tersebut banyak terisi darah. Pada laki-laki, proses ini mendukung terjadinya ereksi penis. Penggunaan obat ini harus melalui pengawasan dokter karena mekanisme kerjanya bisa mempengaruhi beberapa organ pada tubuh kita, seperti jantung, pencernaan, pembuluh darah, dan otak. Obat-obat ini termasuk ke dalam obat penghambat fosfodiesterasi (PDE5) yang bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah ke penis. Peningkatan aliran darah ke penis akan membuat ereksi lebih tahan lama. Dengan begitu, performa saat berhubungan seksual akan terasa lebih memuaskan. Perlu diketahui, obat ini hanya bisa bekerja jika ada rangsangan seksual, ya. Jadi, jika tidak ada rangsangan obat ini tidak akan membuat seseorang jadi ereksi. Jika digunakan sesuai aturan pakai, obat kuat jarang menimbulkan efek samping yang berat dan berbahaya. Selain itu, efek samping obat kuat juga bisa berbeda-beda, tergantung jenis obatnya.
Pemakaian sildenafil dalam waktu lama juga harus dengan pengawasan ketat oleh dokter sehingga dapat mengontrol efek samping yang mungkin terjadi dalam konsumsi sildenafil yang terlalu lama:
1. Pada sistem jantung, pembuluh darah, dan otak: bisa menyebabkan denyut jantung tidak teratur (aritmia), serangan jantung, dan stroke.
2. Pada sistem pencernaan, penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan sindrom dyspepsia (sensasi tidak nyaman pada perut atas, nyeri ulu hati, kembung, mual) berkepanjangan dan diare.
3. Pada sistem genitalia dan urin, beberapa laporan menyebutkan dapat terjadi ejakulasi yang tidak normal atau tidak bisa ejakulasi dan peningkatan risiko infeksi saluran kencing.
4. Beberapa kasus melaporkan terjadi ketergantungan secara psikologis.
5. Pria yang mengonsumsi obat kuat dengan beberapa kondisi medis, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, serta penyakit jantung atau riwayat serangan jantung, bisa mengalami non-arteritic anterior ischemic optic neuropathy (NAION). Kondisi ini menyebabkan penglihatan menghilang secara tiba-tiba karena aliran darah di saraf optik mengalami penyumbatan.
Pada prinsipnya obat kuat itu merupakan stimulan yang mempengaruhi syaraf pusat di otak seperti tempat pengaturan sistem hormonal, hormon testosteron akan menimbulkan rangsangan yang melebur ke pembuluh darah terutama pada organ seks laki-laki. Juga obat kuat itu mempengaruhi hormon lain seperti adrenalin. Pengaruhnya pada jantung menyebabkan denyut jantung bertambah dan bisa menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah di jantung dan otak, sehingga tekanan darah naik. Bagi pemakai obat kuat yang tidak cocok bagi konsumen, dapat berdampak negatif terhadap kesehatan, dan bahkan bisa juga merenggut nyawa manusia. Ini harus perlu diwaspadai untuk menghindari terjadinya kematian.
Melihat ada efek samping obat kuat yang bisa dialami, ada baiknya kamu tidak terburu-buru dalam memutuskan untuk menggunakan obat ini, ya. Selain itu, meskipun jarang terjadi, penggunaan obat kuat, termasuk obat kuat alami, juga bisa menyebabkan munculnya reaksi alergi yang bisa ditandai dengan bengkak di kelopak mata, gatal-gatal, dan sulit bernapas. Selain itu, perlu dicatat bahwa obat kuat belum tentu cocok digunakan oleh semua orang, terutama pada orang dengan kondisi medis tertentu, misalnya penyakit jantung.
Contoh Obat Kuat yang Ada di Pasaran
Ericfil adalah obat yang digunakan untuk perawatan disfungsi ereksi (ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi) dan hipertensi pulmonal. Ericfil mengandung zat aktif Sildenafil Citrate yang memiliki mekanisme kerja dengan merelaksasi pembuluh darah di penis. Ericfil juga digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Ericfil merupakan obat keras yang hanya diperoleh dengan resep dokter. Ericfil merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Ericfil juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.
· Golongan : Obat Keras
· Kelas terapi : Obat Saluran Kemih dan Prostat/ Obat Hipertensi
· Kandungan : Sildenafil citrate 100 mg
· Kemasan : Dus, 1 strip @ 4 tablet
· Produksi : Novell Pharmaceutical Laboratories
· Harga : Rp 32.000/ tablet
Cara Penggunaan :
· Ikuti anjuran dokter saat mengonsumsi Ericfil. Bacalah instruksi aturan penggunaan yang tertera pada kemasan
· Ericfil tablet dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Penggunaan untuk disfungsi ereksi dapat diminum 1 jam sebelum melakukan aktifitas seksual, telan obat secara utuh dengan minum air putih
· Dianjurkan untuk minum Ericfil secara teratur pada jam yang sama setiap harinya. Bila lupa, segera minum jika jeda jadwal minum obat berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan jangan menggandakan dosis
· Jika selama melakukan aktivitas seksual, terasa pusing atau mual, mengalami nyeri, mati rasa, kesemutan di dada, lengan, leher atau rahang maka segera hentikan, segera hubungi dokter kamu
Kontraindikasi :
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:
· Pasien dengan riwayat alergi terhadap obat Sildenafil citrate
· Pasien dengan gangguan kardiovaskular berat (misalnya angina tidak stabil, gagal jantung);
· Memiliki riwayat stroke atau sedang menderita infark miokard
· Pasien dengan tekanan darah rendah/ hipotensi (BP <90/50 mmHg)
· Menderita kerusakan hati berat
Komentar
Posting Komentar